Sabtu, 09 November 2013

DIARY 1 ( Dia Dengan Datang Dan Pergi )

Hari ini dia datang lagi , manusia sempurna itu , dia datang lagi dengan membawa semua rasa perhatiannya dia menembus dinding dinding kokoh yang telah aku buat untuk menghindari kedatangangannya yang sudah aku tebak dari sejak lama, sejak dia mulai datang dan pergi. dia datang lalu pergi lagi . Aku sudah berusaha menutup hatiku selama ini untuk dia , untuk dia yang datang lalu biasanya pergi lagi , manusia sempurna ku ini dia begitu kuat merobohkan kokohnya dinding pemisahku ini, dingdingbpemisah yang memang sudah aku siapkan untuk kita. tanpa sadar sekejap saja sekarang dia sudah ada di depan ku lagi , dan dia nyata . 


Diari ku sayang apa yang harus aku lakukan sekarang?,  hatiku pun tidak akan kuat menahan rasa yang ingin membalas kedatanganya. Aku tidak akan membiarkannya aku tidak akan menyia nyia kan kedatangannya dan mendiamkannya. ingat sudah lama aku menunggunya datang lagi walaupun aku mengatakan tidak, apa mungkin aku bisa tidak. Ada cukup banyak alasan untukku menjawab iya untuk dia walaupn seharusnya tidak tapi itulah yang terjadi aku sungguh tidak bisa menolakknya. untuk kedatangan dan keergiannya aku tidak akan pernah bisa menolaknya, aku sungguh tidak bisa menolaknya saat dia datang dan aku juga tidak bisa menahannya saat dia ingin pergi. lalu apa yang harus aku lakukan sekarang dia datang lagi dan apa yang hrus aku lakukan.


Lihat sudah lebih dari 3 menit aku membiarkan tulisan itu hanya terpampang di layar alat komunikasi kecil ini , ada rasa ketakutan saat aku coba untuk membukanya saat melihat namanya ada dilayar ini jantungku serasa berhenti , tangannku yang tiba tiba terasa dingin , senyum bingung yang tiba tiba terukir di wajahku dan semua hal aneh ini yang tiba tiba terjadi kepadaku sungguh sungguh aku juga merasakan kebahagiaan. Kebahagiaan diantara semua keanehan ini. Tapi aku aku tidak tau apa yang harus aku lakukan.  ada yang membisikan iya tapi ada juga yang tidak ada yang beerteriak iya ada juga yang meneriakkan tidak aku benar benar kehilangan arah tapi yakinlah aku benar benar ingin berkata iya  hanya saja aku takut dia pergi lagi. Karna aku tidak akan bisa kehilangan dia. Sekarang apalagi yang harus aku lakukan. sampai sekarang tidak ada yang menjawab pertanyaanku. Datang dan perginya dia tidak akan pernah menjelaskan jawaban untuk pertanyaanku 

Diary ku sayang aku tau kamu tidak akan membiarkanku terpuruk seperti ini tapi apakah aku sendiri bisa membiarkanku tidak terpuruk seperti ini ?, dengan kedatangannya lagi aku tidak tau aku tidak akan pernah tau karna dia seperti angin untukku, angin yang datang lalu pergi 


Kamis, 07 November 2013

Bagaimana cerita hari ini


Tanah ini terllihat berbeda dari biasa nya , sekarang dia terlihat lebih coklat dan berat . angin angin pun juga menyampaikan rasa yang berbeda , dia lebih dingin dari biasanya . karna sang langit pun juga tidak sama , hari ini dia didatangi awan gelap yang membuat terik fajar yang biasanya mendatangkan keringat jadi tidak lagi terlihat seperti biasanya . ditemani suara titik titik hujan yang sedari jam pelajaran terakhir tadi sudah memperdengarkan nada nya , aku masih saja duduk diam di kantin sekolah , bersama tas dan para penghuni kantin lainya .

Biasanya teman teman mengenal aku dengan sebutan pendiam , karna memang begitulah aku . aku memang lebih suka sendirian , terasa tenang , tanpa ada siapapun disampingku , rasanya aku bisa merasakan diriku sendiri , dan karna itu juga , sekarang aku hanya sendirian disini , disaat semua membawa pasangannya untuk makan siang , yang aku hanya sendiri dengan satu cangkir the ekstra manis ini yang memang dibuat untuk bisa menutupi rasa pahit yang mungkin sedang aku rasakan akhir akhir ini. Ya memang setiap orang di hidupnya tidak akan terasa selalu manis , kadang pasti juga merasakan pahit , dan sekarang aku berusaha mengingat rasa rasa manis yang pernah ada di kehidupanku agar rasa pahit ini segera pergi dan tidak terus membebani seperti ini .

Sudah lewat 47 menit aku disini , aku masih tidak merasa bosan , melihat keramaian di dalam sepi perasaanku ini , aku masih bisa menikmati , karna aku memang harus menikmati , ingat? Ini sedang hujan , tidak mungkin aku akna pulang disaat seperti ini . suasana masih sama biasa saja sampai akhirnya , itu dia aura yang biasa aku rasakan . iya aura itu harus aku sebut apa ? , aura itu selalu membuatku tenang setiap kali melihat nya datang mendekat , aku tidak tahu jelas , yang pasti kamu lebih tua dari ku , dan aku hanya seorang adik kelasmu . memang baru akhir akhir ini juga aku melihat mu , orang yang bisa membuatku diam merasakan hal yang belum pernah aku rasakan saat ada seseorang yang mendekat . tangga pemisah kelasku dan kelasmu iya aku masih ingat tempat pertama kali aku melihatmu , ya disitu , di tangga itu . kembali ke sekarang , kamu datang sendiri , masuk sebentar lalu pergi lagi , dan tahu ? , tiba tiba saja kaki ku ini menegakkan aku dan membuatku berdiri , secara tidak sengaja otakku memikirkannya , memikirkan agar aku mengikutimu , dan aku lakukan itu . iya kamu berjalan keluar kantin dan aku berlari mengikutimu dari belakang , masih saja berjalan , tapi apa ?, tiba tiba kamu berhenti dan membuat aku berjalan terus sendiri , apa kamu merasakan nya ?, aku mengikutimu ? . saat aku kembali kamu sudah berjalan jauh , jauh melewati jalan yang tidak pernah aku lewati , dan begitulah akhir hari ini . begitulah juga akhir cerita ini . 


Selasa, 08 Oktober 2013

Kanvas Kecil


kamu orang yang biasa , tapi mampu membuat aku jadi luar biasa , kamu dengan candaan itu selalu bisa melukiskan tawa di setiap kanvas kecil kita, apa itu kebaikan semata atau benar cinta ?. Kamu yang belum pernah aku miliki , begitu sulitnya mendeskripsikan orang semacam kamu , orang yang begitu hebatnya memenangkan hatiku . masih jelas tergambarkan begitu indahnya lukisan kehidupan di kanvas kecil kita , bersama dengan kamu semua terasa begitu mudah dan berwarna , gambar kita selalu berarti disetiap goresannya ,hanya saja aku tidak mengerti , tiba tiba gambar kita terhenti disini, masih teringat jelas bagaimana aku meninggalkan gambar itu dengan mu sendiri .Ya aku yang memutuskannya , memang benar aku meninggalkan mu bersama gambaran kita tanpa ada kejelasan, bagaimana tidak ? , awal yang bahagia itu memang benar kita yang melukisnya , tapi aku tidak mengerti kenapa ? , kenapa kamu melukis dia juga ?, bagaimana aku bisa mengungkapnya ? , aku tidak benar tau kenapa , dari sekian banyak orang yang ada di kanvas kita memang benar hanya dia yang membuatku sedikit tergores luka .

Masih teringat jelas , bagaimana caramu melukisnya di kanvas kita , apakah itu cinta ? , kenapa saat kau melukisnya masih saja membantuku melukis diriku sendiri ? , kenapa kamu masih saja membuat ku salah arti dalam perasaan ini ?. baik , mungkin untuk ku kamu melukisnya adalah hal biasa , bagiku itu tidak cukup menggoyahkan kepercayaan ku yang sudah terlajur terpampang kokoh di balik tempat cat warna kita. Tapi kamu goreskan lagi sebuah gambar berada tepat di hatinya , aku tidak tau apa , mungkin kah cinta ? . dari sekian ratus hal yang kau gores dikanvas kita , kenapa harus cinta ?.Aku belum pantas memanggilmu sayang , sebenarnya aku juga belum pantas merasakan sakitnya melihatmu menggambar dia , tapi itulah kenyataanya , hati yang berbicara andai saja aku tidak menempatkan hati untuk mu , untuk apa juga aku rasakan sakit ini ? .

Sakit yang tidak berhenti , membuat ku menyerah. mungkin dia yang lebih kamu suka , aku hanya pembimbang untuk mu , aku pilih pergi  bukan mengursirmu , tapi aku pergi meninggalkanmu , aku tidak mau menjadi hal yang membuatmu bingung dan merusak gambaran kita , gambaranmu yang begitu cantik dan nyata aku tidak akan sanggup melanjutkannya .
Hari yang terus berganti hari aku merindu seseorang sepertimu , mereka sekarang yang disini tidak pernah bisa membuat ku mengerti seperti bagaimana jalanmu membuat ku mengerti . bolehkah aku berpikir pantaskah untuk mendambakan mu kembali ?  , tak tau kenapa begitu susah menyadarkan diri kalau dulu aku lah yang meninggalkan kamu pergi. aku dulu memilih untuk meninggalkanmu dan demi apapun yang ada disini , tolong jawabkan pertanyaanku, apakah pilihan ku ini benar atau justru salah .

pertanyaan singkat yang masih saja belum terjawab  ini masih saja memerangiku , perasaan ini masih saja memojokkan ku .
Apakah SALAH ? , jika salah kenapa kamu bisa bersama dia ?
Lalu BENAR? , jika memang benar aku harus begitu kenapa sekarang aku masih memikirkan mu ? , kenapa aku masih saja mengingat kenangan yang ada ? , kenapa setiap lagu yang aku dengar serasa itu adalah lagu kita ? , kenapa setiap tulisan yang aku baca , menjelaskan tentang perjalanan hidup kita ? , kenapa terasa sakit saat aku mendengar namamu ? , kenapa harus begitu ? .

Bagiku saat merindukan mu sungguh menyiksa hati , aku seperti orang bisu yang tidak pernah bisa mengungkapkannya , takut untuk menemuimu , takut untuk menyapamu , takut dengan semua hal yang ada padamu .bukan kah ini lucu ? , ini lucu tapi tidak mampu membuat kan tawa di bibirku , ini lucu tapi tidak menggoreskan warna di hidupku . aku sungguh merindu mu , aku merindu kanvas kecil kita , aku merindu waktu kita melukisnya , aku merindu semuanya . ditengah sesaknya merindu , aku harus melihat kanvas kita .

aku coba melihat kanvas kita disaat pergimu , hei kau memasukan sosok cucu hawa lagi didalamnya , tapi tunggu . ini berbeda dengan cucu hawa sebelumnya, dia tak lagi sama , kau menemukan yang lainya ?, tampaknya kau begitu senang melukisnya , baiklah cinta . 



Beginilah Sosok Perusak Itu


Bukan kah ini hari yang cerah ? , dengan segala pesona nya , sejuk anginya dan rasa bahagia yang sedari pagi tadi masih saja mengawalku hingga usai sekolah . 1 musim sudah aku lewatkan tanpa kamu dan bayanganmu , tanpa sedikitpun kenangan antara kita yang masih tersisa . dalam otak , hati bahkan darah yang mengalir , tidak ada sedikitpun hal tentangmu yang masih terasa. Bahagia bukan ?. dimulai dari 1 tahun lalu aku benar benar bagaikan seorang amnesia yang bahkan tidak kenal siapa aku sebelumnya , aku yang baru waktu itu benar benar terlahir seperti bayi baru yang baru saja melihat dunia dan mulai mengenalnya dari awal . pernahkah kau membayangkan betapa susah nya mulai dari awal ? , betapa sakitnya menjalani hari menyenangkan dengan hati berdarah ? , bagaimana bisa kau masih tertawa dengan candaan candaan itu disaat durimu masih menusuk tertancap jauh didasar hati ?
Aku begitu bahagia , masih saja sangat bahagia sampai akhirnya kamu !. kenapa lagi ? , kenapa lagi takdir menuliskan hal setidak adil ini ? , kenapa lgi harus kamu ? , kenapa lagi harus kamu yang berdiri disana ?,  kenapa lagi harus kamu yang aku lihat disini ? , dan kenapa lagi ? . mungkin jika kamu membaca ini , kamu akan berpikir betapa gilanya aku , masih saja menulis orang yang telah lama mati , jauh terpendam didalam puing puing kenangan manis yang begitu takjub nya memusnahkan tulus hatiku.

Silahkan saja anggap gila aku ini , anggap gila tulisan ini , anggap gila semua yang ada pada ku , tapi bangunlah! , Cintamu yang dulu itu yang sudah berhasil mengutuk ku menjadi orang segila ini . masih belum pulihkah ingatanmu ? , atau segaja berpura pura tidak mengerti ?  tidak mengerti bagaimana kejam nya kamu yang membunuh ketulusan ini dulu lalu kau ambil sadarku dan gantinya dengan gila . percuma lah aku membubuhnya disini , tak ada yang bisa mengerti bagaimana kejamnya waktu itu , tak ada yang bisa melihat bagaimana sang hitam menggulung sang putih Dalam sendu , bahkan yakin kau pun juga akan tetap berpura pura tidak mengerti  .

semua begitu percuma dihadapanmu , percuma juga dihadapanku , kamu hanya masa lalu yang akan tetap saja menjadi masa lalu , dan harus nya tetap begitu

Kerinnduanku Setelah Kepergianmu


Datangnya kamu malam ini membuat sedikit kebingungan berarti dalam otakku . sempat mempertanyakan ada apa ? , ada apa lagi ? . apakah ini hanya perasaanku yang sangat merindu tanpa kusadaari atau kau pun memang juga tertakdirkan merindu sepertiku ?. mimpi ini , hanyalah mimpi biasa atau sebuah pertanda antara kita ?. adakah pesan di balik semua ini ? , atau hanya aku yang berharap mimpi itu menjadi nyata dan begitu berarti ? .
Dulu sangat amat dulu disaat kita saling beriringan tanpa ikatan , aku juga pernah memimpikanmu , satu , dua , bukan hanya itu tapi berkali kali sudah kudapatkan hal seperti itu . bahkan mimpi mendapati namamu bersanding dengan namaku pun di sebuah undangan manis yang sederhana juga sudah pernah kudapatkan , sudah kucatat singkat dalam cerita singkat kita . tak begitu mengerti kapankah bisa kutanggalkan gelar cerita ini diganti menjadi sesuatu bergelarkan legenda yang hanya dikenang tanpa ditunggu ataupun dipertanyakan lagi ? . kenapa kah dengan aku ini ? , masih saja mengharapkan kamu yang juga masih mengharapkanmu ? , aku tetap masih saja menghayalkan kamu untuk masih mengawasi setiap gerakku , masih saja merindu .

Memang benar , tak sepantasnya aku tanpa dosa berharap hal senaif itu , memang benar ada nya tidak pantas aku lakukan itu , tapi bagaimanakah lagi harus kujalani ? . semua ini terlihat sepertimu , semua ini terdengar seperti suaramu , semua ini terasa seperti hadirmu , lalu bagaimana ? . bagaimana cara tersingkat memudarkan bayangmu ? ,  bagaimana caranya ? . haruskah aku memimpikan kepergianmu ? , harus kah aku memimpikan amarah mu ? , harus kah begitu ? . semua begitu sulit untuk ku , seandainya kamu tau .

Harapanku dan Harapan Sahabatku


Sosok itu adalah sosok yang aku cinta , bagaimana cara dia melangkah pun juga sangat aku suka . aku mengira usai sudah semua penantian yang aku lakukan , aku sungguh mengira semua sudah berada dipuncaknya . dia yang sungguh dermawan menebar cinta kepadaku di setiap detik nya , selalu bisa membuat ku lebih yakin untuk mengakhiri segala macam pencarian . dia yang benar benar mampu menghapuskan ukiran pahit di masa lalu dan menggantikannya. setiap untai kata nya selalu mampu membuat ku lebih mengerti . mengerti akan dunia , mengerti akan bahagia , mengerti segala nya .
Kata-kata manis yang terpampang jelas di setiap pesan singkat nya selalu membuatku merasa begitu berharga , begitu nyaman untuk ku bercerita seusai lelah berkelana . aku tidak mengerti kenapa hanya dia yang selalu kulihat disaat gelap bersahabat , dia yang menenangkan setiap tegang yang mencekam , dan dia juga yang memberi kebahagiaan disaat sedih berkenalan. Sungguh aku tidak mengerti kenapa , begitu rumit untuk diungkapkan, begitu sulit untuk dijelaskan , tapi begitu sayang untuk dilepaskan . Ya aku memang menaruh sayang untuknya , aku memang terlalu mendambakannya , benar benar memang suka dia apa ada . Semua yang ada aku rasa itu cinta , dan begitulah juga sahabatku merasanya .

Sahabat ku juga begitu suka dia apa adanya , sama-sama mencintainya , dan aku pantas bingung untuk memikirkannya. jika saja bisa takdir disalahkan , boleh kah aku juga menyalahkan ? . untuk apa menulis aku mendambanya , jika takdir menulis juga sahabatku mencintainya . kita memang sama dan aku mensyukurinya , tapi bukan ini yang aku minta . harus memilih diantara mereka adalah hal yang paling aku singkirkan . paling benci untuk aku pikirkan , paling susah aku putuskan , tapi memang begitu lah seharusnya . sadarku kadang memilih untuk kebahagiaan memang harus dilakukan . Semua yang ada aku rasa itu cinta , tapi sahabatku lah yang lebih merasanya .


Caraku Merindukanmu


Bagaimana kasih ? caramu melupakanku ? , sudah berhasil ? , ataukah hanya berpura pura berhasil ?. apakah kau tak merindu ? , aku selalu melakukan nya untuk mu disini . Bagaimana dengan cinta ? , hal yang dulu sering kau ungkapkan untuk ku, masih kah kau merasakannya ? , ataukah sudah menghapusnya? . sebesar apa penghapus itu ? , beraninya dia menghapusku dari hidupmu . aku saja masih asik terus menikmati gambaran tentang kita .
Oh iya , aku baru sadar sudah lama tak melihatmu disini. Sudah lama tak merasakan senyuman yang kau buat . sudah lama aku tak mendengar kata rayuan yang kau bilang tulus terucap dari hati. Sudah lama juga aku tak mendengar nada cinta yang kau alunkan . masihkah kau melakukannya ? , melakukannya untuk seorang lainnya ? , aku berharap aku lah satu yang beruntung mendapatkannya .

Sial . Sepertinya aku terlalu mengharapkan kehadiranmu , sehingga aku menulis ini , memang apa yang kau lakukan selalu terasa berbeda dan itulah yag membuatkku tak bisa melupakannya. Bukan seperti david becham yang sangat tampan , bukan seperti romeo yang romantic , tapi kamu yang hanyalan seperti kamu , sosok pelengkapku . tapi sayang itu masa lalu , dia tidak bisa membawamu kembali disini .

Jika saja bisa diingat kembali , hal apa yang membuat kita begini , hal yang menjadi alasan adanya celah diantara kita . aku juga tidak mengerti apa , kamu bahkan tidak mau menjelaskannya . lalu bagaimana aku bisa membenarkannya , bagaimana aku memperbaiki kita. Kamu pergi meninggalkan semua permohonan yang aku ucapkan , pergi tanpa membawa sebuah kejelasan , apa ini karena hubungan kita yang juga tidak dijelaskan, aku dan kamu memang hanyalah sebatas teman tapi ingat ? , kau sudah mengatakannya , tidak akan ada perpisahan , tidak akan kamu biarkan sesenti pun jarak memisahkan . bahkan dulu kamu yang meminta , meminta aku untuk tinggal , meminta aku untuk bersabar , meminta aku untuk selamanya . tapi seketika kamu mengingkari semuanya , kamu yang meninggalkan , kamu yang tidak mau menjelasakan , bahkan kamu yang menyakitkan

DISTANCE


Selamat pagi cinta …

 untuk yang kesekian kalinya , aku hanya bisa mengirimkan satu ucapan ini di pagi hari mu yang entah akan menjadi secerah yang aku doakan atau malah sesuram neraka . Tuhan telah menempatkanku disini , tempat yang membentangkan jarak cukup jauh , memisahkan raga ku dan kamu. Tapi aku tidak akan berhenti bersyukur , karena Tuhan dengan adilnya menempatkan hatiku begitu dekat dengan hatimu .

Pagi yang dingin ini mengantarkan aku kepada secangkir coklat panas yang siap menghangatkan tubuhku , cukup membantu , walaupun hati ini akan tetap dingin tanpa adanya kamu yang bisa menghangatkan nya . tapi aku masih bisa bahagia , karena mataku selalu membantu untuk membacakan setiap kata kata hangat yang kamu balaskan lewat pesan singkat ini di setiap menitnya .

Hei lihatlah kamarku yang begitu berantakan , hasil dari tingkah ku semalam yang sedang girang menerima sebuah panggilan darimu . ya semalaman tadi , kamu menemaniku menghabiskan waktu lewat sebuah panggilan yang berhasil membuat kita melewatkan malam yang panjang berdua . malam yang dingin disini selalu bisa dijadikan hangat oleh suara mu itu , suara orang yang aku cinta . selalu berbeda saat aku mendengarnya , selalu bisa melukiskan senyum di setiap kata yang terdengar . kalimat yang dengan sempurna tersusun rapi , dan candaan candaan kecil yang selalu bisa membuat bibirku yang kaku ini tertawa sangat lepas. Baiklah aku akan segera merapikan tempat ini , dan terbayanglah bagaimana keadaan tempatmu disana ? , apa lebih bersih atau malah lebih berantakan ? . maafkan aku tidak bisa datang untuk sekedar membangunkan mu , membuatkan mu secangkir coklat panas dan membantu membersihkan keributan itu , maafkan aku untuk jarak yang begitu menyakitkan ini . maafkan aku membiarkan orang lain yang membersihkannya untukmu dan maafkan aku karena membiarkan orang lain menemanimu setiap saat , berbicara dengan nyata .

coba saja kamu tau , betapa aku cemburu dengan teman temanmu , bagaimana bisa mereka dengan mudah nya bisa menyapamu , menyentuhmu , tertawa bersama denganmu bahkan menghabiskan waktu . sedangkan aku hanya menunggu dan membalas , hanya melihat lalu menulis , hanya membayangkan lalu…

jarak ini memang jauh , sejauh apa? , aku tidak akan bisa menjelaskannya , yang pasti ini sangat jauh , tapi aku berharap kamu menyadarinya , betapa hatiku tidak akan pernah membiarkan mu menjauh . sedetik pun tidak akan.


Jumat, 05 Juli 2013

BARISAN SAJAK SEDERHANA

SAJAK 1

Tempat ini
Aku duduk disini
Disini bukan , bukan lelah yang membawaku kesini
Bukan , bukan rindu yang membawaku kesini
Bukan kamu , kamu yang membawa rasa lelah dan rinduku kesini
Tapi dia
Dia mengenalkan aku pada lelah dan rindu hingga membawaku kesini
Aku duduk disini
Lihat tempat ini masih terasa sama
Tidak , tidak ada yang berbeda
Rasakan anginnya nya pun begitu jelas sama
Tidak , tidak lagi ada yang berbeda
Hanya saja harusnya aku menyadari tempat ini akan tetap saja sama
Kita yang berbeda , aku yang berbeda , dia pun juga tak sama dengan kamu
Mempertemukan , menyatukan , memisahkan lalu
Membawaku .
Bukan , bukan membawaku kembali kepadamu
Atau membawamu kembali kepadaku
Tapi
Membawaku ke tempat ini
Karena hanya satu yang tidak berbeda dan tidak akan pernah berbeda walau orangnya tak lagi sama
Karena yang tak berbeda
Tempat ini

 

 

SAJAK 2

Menunggu
Ada banyak alasan untuk aku menunggu
Menunggu takdir
Menunggu hati
Dan menunggu siap
Untuk apa menunggu takdir jika dia bisa dirubah
Untuk apa menunggu hati jika dia bisa diarahkan
dan untuk apa menunggu siap karena kita tidak akan pernah siap jika belum pernah mencoba
ada banyak hal yang membuatku harus menunggu
menunggu kamu
menunggu cinta
dan menunggu waktu yang tepat
untuk apa menunggu kamu jika aku bisa mengejar
untuk apa menunggu cinta jika aku bisa menumbuhkannya
dan untuk apa menunggu waktu yang tepat karena tidak akan ada waktu yang tepat bagi seorang manusia selalu punya rasa tidak puas dan akan tetap merasa tidak puas walaupun waktu itu sebenarnya sudah tepat


Kamis, 04 Juli 2013

Ainiya Alana #paper30

PAPER 30

Sekarang ini aku sudah kehilangan pangeranku yang sebenarnya , dia pergi dan susah buat aku yakinin dia kembali , seperti anak anak muda jaman sekarang , setelah perginya Riki aku Cuma bisa ngurung diri dirumah , kesana kemari nggk jelas arah , bujukan mama sama papa juga nggak pernah bisa bikin aku semangat lagi , sampai akhirnya kak Kenan duduk disampingku , waktu itu aku lagi duduk di taman belakang , kak Kenan tanya , apa aku masih kepikiran Riki , aku Cuma bisa denger kak Kenan dan nggak bisa ngomong apa apa , habis itu kak Kenan diam dan ngehela nafas , dia bilang lagi “dek , gini deh ya , aku kesini nggak mau apa apa, aku nggak bisa ngehibur kamu , walaupun aku selucu apa juga aku tau kamu nggak bakal senyum , apalagi ketawa , aku buka Rki yang bisa bikin kamu jadi berasa sempurna , dek semua ini tergantung kamu , kalau kamu bilang sedih ya kamu bakal sedih , tapi kalau kamu yakinin hati kamu buat bisa semangat lagi  aku yakin kamu pasti bisa , ayo dek yakinin hati kamu , ingat kamu harus ngelawan penyakit itu demi mama sama papa , dan aku yakin Riki pasti juga bakal senang kalau kamu sembuh .

Kata kata kak Kenan waktu itu bikin aku mikir lagi dan aku rasa emang benar , sejak itu lah , sekarang ditemani bayangan Riki aku udah tenang ngejalanin pengobatan di Singapura , ditemenin papa sama mama, disini aku berasa semua ada buat aku dan apa yang aku butuh Cuma jadi diri sendiri dan bersyukur , nikmat apa yang ada , dengan bersyukur semua pasti akan lebih baik .

 

 

THE END .

Ainiya Alana #paper29

PAPER 29

Waktu aku udah sampai di Rumah sakit aku sama sekali nggak ngelihat ada mama papa nya Riki , yang aku lihat malah si Genta duduk di kursi tunggu di depan pintu kamar Riki , waktu aku Tanya Genta malah nggak ngomong apa apa . aku masuk aja ke kamar tempat Riki dirawat, aku lihat ada mama papa Riki disamping Riki sambil nangis , disitu ada Rena lihat kearah ku dan nanya “kenapa baru datang Alana , kemana ? , dia udah nungguin kamu ! , percuma banget datang sekarang, aku sama genta yang udah nggak satu sekolahan aja disini itu udah dari tadi , nemenin Riki biar nggak sendirian”.

Dan aku rasa aku udah telat . Ya tuhan , apa ini mimpi? , sekarang aku berdiri diantara orang orang yang menangis , aku sedang mengantarkan dia ke tempat terindah nya , ke tujuan terakhirnya . aku bahkan nggak bisa menghentikan mereka satu persatu mengantarkan pangeranku yang sebenarnya ke tempat tidur terakhirnya . Riki maaf aku nggak bisa membuat mu tersenyum di saat terakhir kita bersama , maaf nggak bisa membuat candaan kecil yang bisa membuat mu mengenangnnya dan tertawa saat mengingatnya .

 

TO BE CONTINUE...