Bukan kah ini hari yang cerah ? , dengan segala pesona nya ,
sejuk anginya dan rasa bahagia yang sedari pagi tadi masih saja mengawalku
hingga usai sekolah . 1 musim sudah aku lewatkan tanpa kamu dan bayanganmu ,
tanpa sedikitpun kenangan antara kita yang masih tersisa . dalam otak , hati
bahkan darah yang mengalir , tidak ada sedikitpun hal tentangmu yang masih
terasa. Bahagia bukan ?. dimulai dari 1 tahun lalu aku benar benar bagaikan
seorang amnesia yang bahkan tidak kenal siapa aku sebelumnya , aku yang baru
waktu itu benar benar terlahir seperti bayi baru yang baru saja melihat dunia
dan mulai mengenalnya dari awal . pernahkah kau membayangkan betapa susah nya
mulai dari awal ? , betapa sakitnya menjalani hari menyenangkan dengan hati
berdarah ? , bagaimana bisa kau masih tertawa dengan candaan candaan itu disaat
durimu masih menusuk tertancap jauh didasar hati ?
Aku begitu bahagia , masih saja sangat bahagia sampai
akhirnya kamu !. kenapa lagi ? , kenapa lagi takdir menuliskan hal setidak adil
ini ? , kenapa lgi harus kamu ? , kenapa lagi harus kamu yang berdiri disana
?, kenapa lagi harus kamu yang aku lihat
disini ? , dan kenapa lagi ? . mungkin jika kamu membaca ini , kamu akan
berpikir betapa gilanya aku , masih saja menulis orang yang telah lama mati ,
jauh terpendam didalam puing puing kenangan manis yang begitu takjub nya
memusnahkan tulus hatiku.
Silahkan saja anggap gila aku ini , anggap gila tulisan ini
, anggap gila semua yang ada pada ku , tapi bangunlah! , Cintamu yang dulu itu
yang sudah berhasil mengutuk ku menjadi orang segila ini . masih belum pulihkah
ingatanmu ? , atau segaja berpura pura tidak mengerti ? tidak mengerti bagaimana kejam nya kamu yang
membunuh ketulusan ini dulu lalu kau ambil sadarku dan gantinya dengan gila .
percuma lah aku membubuhnya disini , tak ada yang bisa mengerti bagaimana
kejamnya waktu itu , tak ada yang bisa melihat bagaimana sang hitam menggulung
sang putih Dalam sendu , bahkan yakin kau pun juga akan tetap berpura pura
tidak mengerti .
semua begitu percuma
dihadapanmu , percuma juga dihadapanku , kamu hanya masa lalu yang akan tetap
saja menjadi masa lalu , dan harus nya tetap begitu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar