Selasa, 08 Oktober 2013

Beginilah Sosok Perusak Itu


Bukan kah ini hari yang cerah ? , dengan segala pesona nya , sejuk anginya dan rasa bahagia yang sedari pagi tadi masih saja mengawalku hingga usai sekolah . 1 musim sudah aku lewatkan tanpa kamu dan bayanganmu , tanpa sedikitpun kenangan antara kita yang masih tersisa . dalam otak , hati bahkan darah yang mengalir , tidak ada sedikitpun hal tentangmu yang masih terasa. Bahagia bukan ?. dimulai dari 1 tahun lalu aku benar benar bagaikan seorang amnesia yang bahkan tidak kenal siapa aku sebelumnya , aku yang baru waktu itu benar benar terlahir seperti bayi baru yang baru saja melihat dunia dan mulai mengenalnya dari awal . pernahkah kau membayangkan betapa susah nya mulai dari awal ? , betapa sakitnya menjalani hari menyenangkan dengan hati berdarah ? , bagaimana bisa kau masih tertawa dengan candaan candaan itu disaat durimu masih menusuk tertancap jauh didasar hati ?
Aku begitu bahagia , masih saja sangat bahagia sampai akhirnya kamu !. kenapa lagi ? , kenapa lagi takdir menuliskan hal setidak adil ini ? , kenapa lgi harus kamu ? , kenapa lagi harus kamu yang berdiri disana ?,  kenapa lagi harus kamu yang aku lihat disini ? , dan kenapa lagi ? . mungkin jika kamu membaca ini , kamu akan berpikir betapa gilanya aku , masih saja menulis orang yang telah lama mati , jauh terpendam didalam puing puing kenangan manis yang begitu takjub nya memusnahkan tulus hatiku.

Silahkan saja anggap gila aku ini , anggap gila tulisan ini , anggap gila semua yang ada pada ku , tapi bangunlah! , Cintamu yang dulu itu yang sudah berhasil mengutuk ku menjadi orang segila ini . masih belum pulihkah ingatanmu ? , atau segaja berpura pura tidak mengerti ?  tidak mengerti bagaimana kejam nya kamu yang membunuh ketulusan ini dulu lalu kau ambil sadarku dan gantinya dengan gila . percuma lah aku membubuhnya disini , tak ada yang bisa mengerti bagaimana kejamnya waktu itu , tak ada yang bisa melihat bagaimana sang hitam menggulung sang putih Dalam sendu , bahkan yakin kau pun juga akan tetap berpura pura tidak mengerti  .

semua begitu percuma dihadapanmu , percuma juga dihadapanku , kamu hanya masa lalu yang akan tetap saja menjadi masa lalu , dan harus nya tetap begitu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar