Selasa, 08 Oktober 2013

Kanvas Kecil


kamu orang yang biasa , tapi mampu membuat aku jadi luar biasa , kamu dengan candaan itu selalu bisa melukiskan tawa di setiap kanvas kecil kita, apa itu kebaikan semata atau benar cinta ?. Kamu yang belum pernah aku miliki , begitu sulitnya mendeskripsikan orang semacam kamu , orang yang begitu hebatnya memenangkan hatiku . masih jelas tergambarkan begitu indahnya lukisan kehidupan di kanvas kecil kita , bersama dengan kamu semua terasa begitu mudah dan berwarna , gambar kita selalu berarti disetiap goresannya ,hanya saja aku tidak mengerti , tiba tiba gambar kita terhenti disini, masih teringat jelas bagaimana aku meninggalkan gambar itu dengan mu sendiri .Ya aku yang memutuskannya , memang benar aku meninggalkan mu bersama gambaran kita tanpa ada kejelasan, bagaimana tidak ? , awal yang bahagia itu memang benar kita yang melukisnya , tapi aku tidak mengerti kenapa ? , kenapa kamu melukis dia juga ?, bagaimana aku bisa mengungkapnya ? , aku tidak benar tau kenapa , dari sekian banyak orang yang ada di kanvas kita memang benar hanya dia yang membuatku sedikit tergores luka .

Masih teringat jelas , bagaimana caramu melukisnya di kanvas kita , apakah itu cinta ? , kenapa saat kau melukisnya masih saja membantuku melukis diriku sendiri ? , kenapa kamu masih saja membuat ku salah arti dalam perasaan ini ?. baik , mungkin untuk ku kamu melukisnya adalah hal biasa , bagiku itu tidak cukup menggoyahkan kepercayaan ku yang sudah terlajur terpampang kokoh di balik tempat cat warna kita. Tapi kamu goreskan lagi sebuah gambar berada tepat di hatinya , aku tidak tau apa , mungkin kah cinta ? . dari sekian ratus hal yang kau gores dikanvas kita , kenapa harus cinta ?.Aku belum pantas memanggilmu sayang , sebenarnya aku juga belum pantas merasakan sakitnya melihatmu menggambar dia , tapi itulah kenyataanya , hati yang berbicara andai saja aku tidak menempatkan hati untuk mu , untuk apa juga aku rasakan sakit ini ? .

Sakit yang tidak berhenti , membuat ku menyerah. mungkin dia yang lebih kamu suka , aku hanya pembimbang untuk mu , aku pilih pergi  bukan mengursirmu , tapi aku pergi meninggalkanmu , aku tidak mau menjadi hal yang membuatmu bingung dan merusak gambaran kita , gambaranmu yang begitu cantik dan nyata aku tidak akan sanggup melanjutkannya .
Hari yang terus berganti hari aku merindu seseorang sepertimu , mereka sekarang yang disini tidak pernah bisa membuat ku mengerti seperti bagaimana jalanmu membuat ku mengerti . bolehkah aku berpikir pantaskah untuk mendambakan mu kembali ?  , tak tau kenapa begitu susah menyadarkan diri kalau dulu aku lah yang meninggalkan kamu pergi. aku dulu memilih untuk meninggalkanmu dan demi apapun yang ada disini , tolong jawabkan pertanyaanku, apakah pilihan ku ini benar atau justru salah .

pertanyaan singkat yang masih saja belum terjawab  ini masih saja memerangiku , perasaan ini masih saja memojokkan ku .
Apakah SALAH ? , jika salah kenapa kamu bisa bersama dia ?
Lalu BENAR? , jika memang benar aku harus begitu kenapa sekarang aku masih memikirkan mu ? , kenapa aku masih saja mengingat kenangan yang ada ? , kenapa setiap lagu yang aku dengar serasa itu adalah lagu kita ? , kenapa setiap tulisan yang aku baca , menjelaskan tentang perjalanan hidup kita ? , kenapa terasa sakit saat aku mendengar namamu ? , kenapa harus begitu ? .

Bagiku saat merindukan mu sungguh menyiksa hati , aku seperti orang bisu yang tidak pernah bisa mengungkapkannya , takut untuk menemuimu , takut untuk menyapamu , takut dengan semua hal yang ada padamu .bukan kah ini lucu ? , ini lucu tapi tidak mampu membuat kan tawa di bibirku , ini lucu tapi tidak menggoreskan warna di hidupku . aku sungguh merindu mu , aku merindu kanvas kecil kita , aku merindu waktu kita melukisnya , aku merindu semuanya . ditengah sesaknya merindu , aku harus melihat kanvas kita .

aku coba melihat kanvas kita disaat pergimu , hei kau memasukan sosok cucu hawa lagi didalamnya , tapi tunggu . ini berbeda dengan cucu hawa sebelumnya, dia tak lagi sama , kau menemukan yang lainya ?, tampaknya kau begitu senang melukisnya , baiklah cinta . 



Beginilah Sosok Perusak Itu


Bukan kah ini hari yang cerah ? , dengan segala pesona nya , sejuk anginya dan rasa bahagia yang sedari pagi tadi masih saja mengawalku hingga usai sekolah . 1 musim sudah aku lewatkan tanpa kamu dan bayanganmu , tanpa sedikitpun kenangan antara kita yang masih tersisa . dalam otak , hati bahkan darah yang mengalir , tidak ada sedikitpun hal tentangmu yang masih terasa. Bahagia bukan ?. dimulai dari 1 tahun lalu aku benar benar bagaikan seorang amnesia yang bahkan tidak kenal siapa aku sebelumnya , aku yang baru waktu itu benar benar terlahir seperti bayi baru yang baru saja melihat dunia dan mulai mengenalnya dari awal . pernahkah kau membayangkan betapa susah nya mulai dari awal ? , betapa sakitnya menjalani hari menyenangkan dengan hati berdarah ? , bagaimana bisa kau masih tertawa dengan candaan candaan itu disaat durimu masih menusuk tertancap jauh didasar hati ?
Aku begitu bahagia , masih saja sangat bahagia sampai akhirnya kamu !. kenapa lagi ? , kenapa lagi takdir menuliskan hal setidak adil ini ? , kenapa lgi harus kamu ? , kenapa lagi harus kamu yang berdiri disana ?,  kenapa lagi harus kamu yang aku lihat disini ? , dan kenapa lagi ? . mungkin jika kamu membaca ini , kamu akan berpikir betapa gilanya aku , masih saja menulis orang yang telah lama mati , jauh terpendam didalam puing puing kenangan manis yang begitu takjub nya memusnahkan tulus hatiku.

Silahkan saja anggap gila aku ini , anggap gila tulisan ini , anggap gila semua yang ada pada ku , tapi bangunlah! , Cintamu yang dulu itu yang sudah berhasil mengutuk ku menjadi orang segila ini . masih belum pulihkah ingatanmu ? , atau segaja berpura pura tidak mengerti ?  tidak mengerti bagaimana kejam nya kamu yang membunuh ketulusan ini dulu lalu kau ambil sadarku dan gantinya dengan gila . percuma lah aku membubuhnya disini , tak ada yang bisa mengerti bagaimana kejamnya waktu itu , tak ada yang bisa melihat bagaimana sang hitam menggulung sang putih Dalam sendu , bahkan yakin kau pun juga akan tetap berpura pura tidak mengerti  .

semua begitu percuma dihadapanmu , percuma juga dihadapanku , kamu hanya masa lalu yang akan tetap saja menjadi masa lalu , dan harus nya tetap begitu

Kerinnduanku Setelah Kepergianmu


Datangnya kamu malam ini membuat sedikit kebingungan berarti dalam otakku . sempat mempertanyakan ada apa ? , ada apa lagi ? . apakah ini hanya perasaanku yang sangat merindu tanpa kusadaari atau kau pun memang juga tertakdirkan merindu sepertiku ?. mimpi ini , hanyalah mimpi biasa atau sebuah pertanda antara kita ?. adakah pesan di balik semua ini ? , atau hanya aku yang berharap mimpi itu menjadi nyata dan begitu berarti ? .
Dulu sangat amat dulu disaat kita saling beriringan tanpa ikatan , aku juga pernah memimpikanmu , satu , dua , bukan hanya itu tapi berkali kali sudah kudapatkan hal seperti itu . bahkan mimpi mendapati namamu bersanding dengan namaku pun di sebuah undangan manis yang sederhana juga sudah pernah kudapatkan , sudah kucatat singkat dalam cerita singkat kita . tak begitu mengerti kapankah bisa kutanggalkan gelar cerita ini diganti menjadi sesuatu bergelarkan legenda yang hanya dikenang tanpa ditunggu ataupun dipertanyakan lagi ? . kenapa kah dengan aku ini ? , masih saja mengharapkan kamu yang juga masih mengharapkanmu ? , aku tetap masih saja menghayalkan kamu untuk masih mengawasi setiap gerakku , masih saja merindu .

Memang benar , tak sepantasnya aku tanpa dosa berharap hal senaif itu , memang benar ada nya tidak pantas aku lakukan itu , tapi bagaimanakah lagi harus kujalani ? . semua ini terlihat sepertimu , semua ini terdengar seperti suaramu , semua ini terasa seperti hadirmu , lalu bagaimana ? . bagaimana cara tersingkat memudarkan bayangmu ? ,  bagaimana caranya ? . haruskah aku memimpikan kepergianmu ? , harus kah aku memimpikan amarah mu ? , harus kah begitu ? . semua begitu sulit untuk ku , seandainya kamu tau .

Harapanku dan Harapan Sahabatku


Sosok itu adalah sosok yang aku cinta , bagaimana cara dia melangkah pun juga sangat aku suka . aku mengira usai sudah semua penantian yang aku lakukan , aku sungguh mengira semua sudah berada dipuncaknya . dia yang sungguh dermawan menebar cinta kepadaku di setiap detik nya , selalu bisa membuat ku lebih yakin untuk mengakhiri segala macam pencarian . dia yang benar benar mampu menghapuskan ukiran pahit di masa lalu dan menggantikannya. setiap untai kata nya selalu mampu membuat ku lebih mengerti . mengerti akan dunia , mengerti akan bahagia , mengerti segala nya .
Kata-kata manis yang terpampang jelas di setiap pesan singkat nya selalu membuatku merasa begitu berharga , begitu nyaman untuk ku bercerita seusai lelah berkelana . aku tidak mengerti kenapa hanya dia yang selalu kulihat disaat gelap bersahabat , dia yang menenangkan setiap tegang yang mencekam , dan dia juga yang memberi kebahagiaan disaat sedih berkenalan. Sungguh aku tidak mengerti kenapa , begitu rumit untuk diungkapkan, begitu sulit untuk dijelaskan , tapi begitu sayang untuk dilepaskan . Ya aku memang menaruh sayang untuknya , aku memang terlalu mendambakannya , benar benar memang suka dia apa ada . Semua yang ada aku rasa itu cinta , dan begitulah juga sahabatku merasanya .

Sahabat ku juga begitu suka dia apa adanya , sama-sama mencintainya , dan aku pantas bingung untuk memikirkannya. jika saja bisa takdir disalahkan , boleh kah aku juga menyalahkan ? . untuk apa menulis aku mendambanya , jika takdir menulis juga sahabatku mencintainya . kita memang sama dan aku mensyukurinya , tapi bukan ini yang aku minta . harus memilih diantara mereka adalah hal yang paling aku singkirkan . paling benci untuk aku pikirkan , paling susah aku putuskan , tapi memang begitu lah seharusnya . sadarku kadang memilih untuk kebahagiaan memang harus dilakukan . Semua yang ada aku rasa itu cinta , tapi sahabatku lah yang lebih merasanya .


Caraku Merindukanmu


Bagaimana kasih ? caramu melupakanku ? , sudah berhasil ? , ataukah hanya berpura pura berhasil ?. apakah kau tak merindu ? , aku selalu melakukan nya untuk mu disini . Bagaimana dengan cinta ? , hal yang dulu sering kau ungkapkan untuk ku, masih kah kau merasakannya ? , ataukah sudah menghapusnya? . sebesar apa penghapus itu ? , beraninya dia menghapusku dari hidupmu . aku saja masih asik terus menikmati gambaran tentang kita .
Oh iya , aku baru sadar sudah lama tak melihatmu disini. Sudah lama tak merasakan senyuman yang kau buat . sudah lama aku tak mendengar kata rayuan yang kau bilang tulus terucap dari hati. Sudah lama juga aku tak mendengar nada cinta yang kau alunkan . masihkah kau melakukannya ? , melakukannya untuk seorang lainnya ? , aku berharap aku lah satu yang beruntung mendapatkannya .

Sial . Sepertinya aku terlalu mengharapkan kehadiranmu , sehingga aku menulis ini , memang apa yang kau lakukan selalu terasa berbeda dan itulah yag membuatkku tak bisa melupakannya. Bukan seperti david becham yang sangat tampan , bukan seperti romeo yang romantic , tapi kamu yang hanyalan seperti kamu , sosok pelengkapku . tapi sayang itu masa lalu , dia tidak bisa membawamu kembali disini .

Jika saja bisa diingat kembali , hal apa yang membuat kita begini , hal yang menjadi alasan adanya celah diantara kita . aku juga tidak mengerti apa , kamu bahkan tidak mau menjelaskannya . lalu bagaimana aku bisa membenarkannya , bagaimana aku memperbaiki kita. Kamu pergi meninggalkan semua permohonan yang aku ucapkan , pergi tanpa membawa sebuah kejelasan , apa ini karena hubungan kita yang juga tidak dijelaskan, aku dan kamu memang hanyalah sebatas teman tapi ingat ? , kau sudah mengatakannya , tidak akan ada perpisahan , tidak akan kamu biarkan sesenti pun jarak memisahkan . bahkan dulu kamu yang meminta , meminta aku untuk tinggal , meminta aku untuk bersabar , meminta aku untuk selamanya . tapi seketika kamu mengingkari semuanya , kamu yang meninggalkan , kamu yang tidak mau menjelasakan , bahkan kamu yang menyakitkan

DISTANCE


Selamat pagi cinta …

 untuk yang kesekian kalinya , aku hanya bisa mengirimkan satu ucapan ini di pagi hari mu yang entah akan menjadi secerah yang aku doakan atau malah sesuram neraka . Tuhan telah menempatkanku disini , tempat yang membentangkan jarak cukup jauh , memisahkan raga ku dan kamu. Tapi aku tidak akan berhenti bersyukur , karena Tuhan dengan adilnya menempatkan hatiku begitu dekat dengan hatimu .

Pagi yang dingin ini mengantarkan aku kepada secangkir coklat panas yang siap menghangatkan tubuhku , cukup membantu , walaupun hati ini akan tetap dingin tanpa adanya kamu yang bisa menghangatkan nya . tapi aku masih bisa bahagia , karena mataku selalu membantu untuk membacakan setiap kata kata hangat yang kamu balaskan lewat pesan singkat ini di setiap menitnya .

Hei lihatlah kamarku yang begitu berantakan , hasil dari tingkah ku semalam yang sedang girang menerima sebuah panggilan darimu . ya semalaman tadi , kamu menemaniku menghabiskan waktu lewat sebuah panggilan yang berhasil membuat kita melewatkan malam yang panjang berdua . malam yang dingin disini selalu bisa dijadikan hangat oleh suara mu itu , suara orang yang aku cinta . selalu berbeda saat aku mendengarnya , selalu bisa melukiskan senyum di setiap kata yang terdengar . kalimat yang dengan sempurna tersusun rapi , dan candaan candaan kecil yang selalu bisa membuat bibirku yang kaku ini tertawa sangat lepas. Baiklah aku akan segera merapikan tempat ini , dan terbayanglah bagaimana keadaan tempatmu disana ? , apa lebih bersih atau malah lebih berantakan ? . maafkan aku tidak bisa datang untuk sekedar membangunkan mu , membuatkan mu secangkir coklat panas dan membantu membersihkan keributan itu , maafkan aku untuk jarak yang begitu menyakitkan ini . maafkan aku membiarkan orang lain yang membersihkannya untukmu dan maafkan aku karena membiarkan orang lain menemanimu setiap saat , berbicara dengan nyata .

coba saja kamu tau , betapa aku cemburu dengan teman temanmu , bagaimana bisa mereka dengan mudah nya bisa menyapamu , menyentuhmu , tertawa bersama denganmu bahkan menghabiskan waktu . sedangkan aku hanya menunggu dan membalas , hanya melihat lalu menulis , hanya membayangkan lalu…

jarak ini memang jauh , sejauh apa? , aku tidak akan bisa menjelaskannya , yang pasti ini sangat jauh , tapi aku berharap kamu menyadarinya , betapa hatiku tidak akan pernah membiarkan mu menjauh . sedetik pun tidak akan.