kamu orang
yang biasa , tapi mampu membuat aku jadi luar biasa , kamu dengan candaan itu
selalu bisa melukiskan tawa di setiap kanvas kecil kita, apa itu kebaikan
semata atau benar cinta ?. Kamu yang belum pernah aku miliki , begitu sulitnya mendeskripsikan
orang semacam kamu , orang yang begitu hebatnya memenangkan hatiku . masih
jelas tergambarkan begitu indahnya lukisan kehidupan di kanvas kecil kita ,
bersama dengan kamu semua terasa begitu mudah dan berwarna , gambar kita selalu
berarti disetiap goresannya ,hanya saja aku tidak mengerti , tiba tiba gambar
kita terhenti disini, masih teringat jelas bagaimana aku meninggalkan gambar
itu dengan mu sendiri .Ya aku yang memutuskannya , memang benar aku
meninggalkan mu bersama gambaran kita tanpa ada kejelasan, bagaimana tidak ? ,
awal yang bahagia itu memang benar kita yang melukisnya , tapi aku tidak
mengerti kenapa ? , kenapa kamu melukis dia juga ?, bagaimana aku bisa
mengungkapnya ? , aku tidak benar tau kenapa , dari sekian banyak orang yang
ada di kanvas kita memang benar hanya dia yang membuatku sedikit tergores luka
.
Masih
teringat jelas , bagaimana caramu melukisnya di kanvas kita , apakah itu cinta
? , kenapa saat kau melukisnya masih saja membantuku melukis diriku sendiri ? ,
kenapa kamu masih saja membuat ku salah arti dalam perasaan ini ?. baik , mungkin
untuk ku kamu melukisnya adalah hal biasa , bagiku itu tidak cukup menggoyahkan
kepercayaan ku yang sudah terlajur terpampang kokoh di balik tempat cat warna
kita. Tapi kamu goreskan lagi sebuah gambar berada tepat di hatinya , aku tidak
tau apa , mungkin kah cinta ? . dari sekian ratus hal yang kau gores dikanvas
kita , kenapa harus cinta ?.Aku belum pantas memanggilmu sayang , sebenarnya
aku juga belum pantas merasakan sakitnya melihatmu menggambar dia , tapi itulah
kenyataanya , hati yang berbicara andai saja aku tidak menempatkan hati untuk
mu , untuk apa juga aku rasakan sakit ini ? .
Sakit yang
tidak berhenti , membuat ku menyerah. mungkin dia yang lebih kamu suka , aku
hanya pembimbang untuk mu , aku pilih pergi
bukan mengursirmu , tapi aku pergi meninggalkanmu , aku tidak mau
menjadi hal yang membuatmu bingung dan merusak gambaran kita , gambaranmu yang
begitu cantik dan nyata aku tidak akan sanggup melanjutkannya .
Hari yang
terus berganti hari aku merindu seseorang sepertimu , mereka sekarang yang
disini tidak pernah bisa membuat ku mengerti seperti bagaimana jalanmu membuat
ku mengerti . bolehkah aku berpikir pantaskah untuk mendambakan mu kembali
? , tak tau kenapa begitu susah
menyadarkan diri kalau dulu aku lah yang meninggalkan kamu pergi. aku dulu memilih
untuk meninggalkanmu dan demi apapun yang ada disini , tolong jawabkan
pertanyaanku, apakah pilihan ku ini benar atau justru salah .
pertanyaan
singkat yang masih saja belum terjawab ini masih saja memerangiku , perasaan ini
masih saja memojokkan ku .
Apakah SALAH
? , jika salah kenapa kamu bisa bersama dia ?
Lalu BENAR?
, jika memang benar aku harus begitu kenapa sekarang aku masih memikirkan mu ?
, kenapa aku masih saja mengingat kenangan yang ada ? , kenapa setiap lagu yang
aku dengar serasa itu adalah lagu kita ? , kenapa setiap tulisan yang aku baca
, menjelaskan tentang perjalanan hidup kita ? , kenapa terasa sakit saat aku
mendengar namamu ? , kenapa harus begitu ? .
Bagiku saat
merindukan mu sungguh menyiksa hati , aku seperti orang bisu yang tidak pernah
bisa mengungkapkannya , takut untuk menemuimu , takut untuk menyapamu , takut
dengan semua hal yang ada padamu .bukan kah ini lucu ? , ini lucu tapi tidak
mampu membuat kan tawa di bibirku , ini lucu tapi tidak menggoreskan warna di
hidupku . aku sungguh merindu mu , aku merindu kanvas kecil kita , aku merindu
waktu kita melukisnya , aku merindu semuanya . ditengah sesaknya merindu , aku
harus melihat kanvas kita .
aku coba melihat kanvas kita disaat pergimu , hei
kau memasukan sosok cucu hawa lagi didalamnya , tapi tunggu . ini berbeda
dengan cucu hawa sebelumnya, dia tak lagi sama , kau menemukan yang lainya ?,
tampaknya kau begitu senang melukisnya , baiklah cinta .