Ainiya Alana #paper21
PAPER 21
Saat ini sudah pagi
tidak aku lihat ada satupun orang yang menemaniku di ruangan ini , tiba tiba
saja suara pintu dibuka dan masuk lah kak Kenan (kakak kandungku) , dia
menyodorkan hp nya kearahku sambil bilang ada yang mau berbicara dengan ku .
saat aku terima ternyata itu adalah kak Sinta , terdengar suaranya yang begitu
lembut dengan sedikit nada ketakutan bilang maaf ke aku , dia bilang dia nggak
tau kalau akan terjadi hal seperti ini , dia meminta maaf bahkan dia bilang dia
bernazar kalau aku sembuh dia akan mengajak ku makan makan , dalam otak aku
berpikir , baik banget kak Sinta ini , dengan keadaan yang masih lemas , Cuma
kata “iya” yang bisa aku katakan , setelah itu kak Kenan mengambil hp nya dan
keluar , nggak lama setelah itu kak Kenan masuk lagi dan nanya gimana rasa nya
, belum sempat aku jawab tiba tiba dia nangis dan bilang “maaf ya kakak nggak bisa jagain kamu, kakak jahat banget ngebiarin kamu ngerasain ini sendirian
dek” . kak Kenan pegang pipi aku dan bilang lagi “kakak nggak bakal biarin hal
kayak gini kejadian lagi, kakak yang bakal nyelesain ini dek buat kamu , kamu
mau si Abid itu diapain , kakak lakuin dek buat kamu, banyak orang kakak yang
siap kakak tugasin buat balesin sakit mu ini dek , bilang aja” . waktu kak
Kenan sebutin nama kak Abid , aku spontan tanya ke kak Kenan , darimana dia tau
soal itu , aku kan nggak pernah ngomong apa apa , kak Kenan malah bilang itu
nggak penting , yang penting balasin rasa sakitku ini. sebenarnya mau sih bikin
sesuatu buat kak Abid biar dia nggak kayak gitu lagi ke cewek , tapi saat aku
pikir pikir lagi kayaknya nggak pantes banget deh kalau aku lakuin itu. benar
sih mereka jahat ke aku , tapi aku bukan penjahat seperti mereka yang bisa
setega itu , setelah mikir mikir aku bilang aja ke kak Kenan , nggak perlu
diapa apain , mereka udah minta maaf aja bagi aku udah sangat lebih dari cukup
.
TO BE CONTINUE...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar