Selasa, 25 Juni 2013

Ainiya Alana #paper21

PAPER 21

Saat ini sudah pagi tidak aku lihat ada satupun orang yang menemaniku di ruangan ini , tiba tiba saja suara pintu dibuka dan masuk lah kak Kenan (kakak kandungku) , dia menyodorkan hp nya kearahku sambil bilang ada yang mau berbicara dengan ku . saat aku terima ternyata itu adalah kak Sinta , terdengar suaranya yang begitu lembut dengan sedikit nada ketakutan bilang maaf ke aku , dia bilang dia nggak tau kalau akan terjadi hal seperti ini , dia meminta maaf bahkan dia bilang dia bernazar kalau aku sembuh dia akan mengajak ku makan makan , dalam otak aku berpikir , baik banget kak Sinta ini , dengan keadaan yang masih lemas , Cuma kata “iya” yang bisa aku katakan , setelah itu kak Kenan mengambil hp nya dan keluar , nggak lama setelah itu kak Kenan masuk lagi dan nanya gimana rasa nya , belum sempat aku jawab tiba tiba dia nangis dan bilang “maaf ya kakak nggak bisa jagain kamu, kakak jahat banget ngebiarin kamu ngerasain ini sendirian dek” . kak Kenan pegang pipi aku dan bilang lagi “kakak nggak bakal biarin hal kayak gini kejadian lagi, kakak yang bakal nyelesain ini dek buat kamu , kamu mau si Abid itu diapain , kakak lakuin dek buat kamu, banyak orang kakak yang siap kakak tugasin buat balesin sakit mu ini dek , bilang aja” . waktu kak Kenan sebutin nama kak Abid , aku spontan tanya ke kak Kenan , darimana dia tau soal itu , aku kan nggak pernah ngomong apa apa , kak Kenan malah bilang itu nggak penting , yang penting balasin rasa sakitku ini. sebenarnya mau sih bikin sesuatu buat kak Abid biar dia nggak kayak gitu lagi ke cewek , tapi saat aku pikir pikir lagi kayaknya nggak pantes banget deh kalau aku lakuin itu. benar sih mereka jahat ke aku , tapi aku bukan penjahat seperti mereka yang bisa setega itu , setelah mikir mikir aku bilang aja ke kak Kenan , nggak perlu diapa apain , mereka udah minta maaf aja bagi aku udah sangat lebih dari cukup . 

 

 

TO BE CONTINUE...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar