Ainiya Alana #paper19
PAPER 19
Aku belajar untuk tetap
sabar dan tenang , memendam dan menjaga perasaan sedih , perasaan ku memang
cukup kuat untuk menahan ini , tapi raga ku menolak untuk bertahan , hari itu
aku hanya bisa tidur dirumah di sela sela banyaknya kegiatan sekolah yang harus
aku jalankan dan selesaikan sebagai panitia , di satu sisi aku harus istirahat
penuh , tapi disisi lain aku nggak mau meninggalkan tanggung jawab , aku pun
memilih untuk terus kuat dan melaksanakan tugas , tanpa sepengetahuan teman
teman panitia , aku jalananin tugas ku dengan benar , aku masih sangat jelas
mengingatnya , waktu itu aku sedang rapat kecil dengan teman teman , entah apa
yang terjadi , meneteslah darah dari hidung ku dan tiba tiba aku merasakan
pusing yang hebat dan pingsan .
disitu aku merasa berada
disuatu tempat yang membuat aku merasa sangat sendiri , aku melihat kak Abid
dengan seseorang berjubah hitam di belakangnya , dia mengarah ke arahku dan
mengeluarkan kata kata manis , tapi entah kenapa di setiap kata yang dia
katakan , rasanya ada bagian tubuhku yang di cambuk sampai terasa sangat perih
. aku nggak tau apalagi yang aku rasa , tiba tiba aku dengar ada suara teman
teman ku yang memanggil namaku dan aku juga mendengar suara orang orang
menangis .
TO BE CONTINUE...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar